Asuhan Keperawatan Fraktur Femur Nanda Nic Noc Terbaru

A. DEFENISI FRAKTUR FEMUR 
Rusaknya kontinuitas tulang pangkal paha yang disebabkan oleh trauma langsung, kelelahan otot, kondisi-kondisi tertentu seperti degenerasi tulang atau osteoporosis. 

Persendian panggul adalah bola dan mangkok sendi dengan acetabulum bagian dari femur, terdiri dari : bagian terbesar dan kecil, kepala, leher, trokhanter dan batang, bagian terjauh dari femur berakhir pada kedua kondilas. 

Kepala femur masuk acetabulum. Sendi  panggul dikelilingi oleh kapsula fibrosa, ligamen dan otot. Suplai darah ke kepala femoral merupakan hal yang penting pada faktur hip. Suplai darah ke femur bevariasi menurut usia. 

Sumber utamanya arteri retikuler posterior, nutrisi dari pembuluh darah dari batang femur meluas menuju daerah tronkhanter dan bagian ba!ah dari leher femur.

B. ETIOLOGI
Menurut Sachdeva (1996), penyebab fraktur dapat dibagi menjadi tiga yaitu :
1. Cedera traumatic
Cedera traumatik pada tulang dapat disebabkan oleh :
  • Cedera langsung berarti pukulan langsung terhadap tulang sehingga tulang pata secara spontan. Pemukulan biasanya menyebabkan fraktur melintang dan kerusakan pada kulit diatasnya.)
  • Cedera tidak langsung berarti pukulan langsung berada jauh dari lokasi benturan, misalnya jatuh dengan tangan berjulur dan menyebabkan fraktur klavikula.
  • Fraktur yang disebabkan kontraksi keras yang mendadak dari otot yang kuat. 
2. Fraktur Patologik
Dalam hal ini kerusakan tulang akibat proses penyakit dimana dengan trauma minor dapat mengakibatkan fraktur dapat juga terjadi pada berbagai keadaan berikut :
  • Tumor tulang (jinak atau ganas) : pertumbuhan jaringan baru yang tidak terkendali dan  progresif.)
  • Infeksi seperti osteomielitis : dapat terjadi sebagai akibat infeksi akut atau dapat timbul sebagai salah satu proses yang progresif, lambat dan sakit nyeri.
  • Rakhitis : suatu penyakit tulang yang disebabkan oleh defisiensi itamin  yang mempengaruhi semua jaringan skelet lain, biasanya disebabkan oleh defisiensi diet, tetapi kadang-kadang dapat disebabkan kegagalan absorbsi vitamin D atau oleh karena asupan kalsium atau fosfat yang rendah.
  • Secara spontan : disebabkan oleh stress tulang yang terus menerus misalnya pada  penyakit polio dan orang yang bertugas dikemiliteran
C. Pathway
LP Fraktur Femur Nanda Nic Noc Terbaru


C. KLASIFIKASI
Ada 2 type dari fraktur femur, yaitu :
1. Fraktur Intrakapsuler femur yang terjadi di dalam tulang sendi, pangguldan melalui kepala femur (capital fraktur)
  • Hanya di bawah kepala femur 
  • Melalui leher dari femur 
2. Fraktur Ekstrakapsuler
  • Terjadi di luar sendi dan kapsul, melalui trokhanter femur yang lebih besar/yang lebih kecil /pada daerah intertrokhanter.
  • Terjadi di bagian distal menuju leher femur tetapi tidak lebih dari )inci di ba!ah trokhanter kecil

D. PATOFISIOLOGI
Proses penyembuhan luka terdiri dari beberapa fase yaitu :
1. Fase hematum
Dalam waktu 5 jam timbul perdarahan, edema, hematume disekitar fraktur 
Setelah 24 jam suplai darah di sekitar fraktur meningkat).

2. Fase granulasi jaringan
Terjadi 1-5 hari setelah injury
Pada tahap phagositosis aktif produk neorosis
Itematome berubah menjadi granulasi jaringan yang berisi pembuluh darah baru fogoblast dan osteoblast.

3. Fase formasi callus
Terjadi 6-10 hari setelah injuri
Granulasi terjadi perubahan berbentuk callus5.

4. Fase ossificasi
Mulai pada 2-3 minggu setelah fraktur sampai dengan sembuh
Callus permanent akhirnya terbentuk tulang kaku dengan endapan garam kalsium yang menyatukan tulang yang patah

5. Fase consolidasi dan remadelling
Dalam waktu lebih 10 minggu yang tepat berbentuk callus terbentuk dengan oksifitas osteoblast dan osteuctas (Black,1993: 19).

E. TANDA DAN GEJALA
1. Deformitas
Daya terik kekuatan otot menyebabkan fragmen tulang berpindah dari tempatnya  perubahan keseimbangan dan contur terjadi seperti :
a. Rotasi pemendekan tulang 
b. Penekanan tulang). 
2. Bengkak : edema muncul secara cepat dari lokasi dan ekstraaksasi darah dalam  jaringan yang berdekatan dengan fraktur 
3. Echumosis dari Perdarahan Subculaneous
4. Spasme otot spasme inolunters dekat fraktur 
5. Tenderness/keempukan
6. Nyeri mungkin disebabkan oleh spasme otot berpindah tulang dari tempatnya dan kerusakan struktur di daerah yang berdekatan
7. Kehilangan sensasi (mati rasa, mungkin terjadi dari rusaknya saraf/perdarahan) 
8. Pergerakan abnormal
9. Shock hipovolemik hasil dari hilangnya darah
10. Krepitasi (Black, 1993 : 199)

F. PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Foto Rontge
Untuk mengetahui lokasi fraktur dan garis fraktur secara langsung
Mengetahui tempat dan type fraktur 
Biasanya diambil sebelum dan sesudah dilakukan operasi dan selama proses penyembuhan secara periodik 
2. Skor tulang tomography, skor C1, Mrl: dapat digunakan mengidentifikasi kerusakan jaringan lunak.
3. Artelogram dicurigai bila ada kerusakan vaskuler
4. Hitung darah lengkap HT mungkin meningkat (hemokonsentrasi) atau menrurun (perdarahan bermakna pada sisi fraktur atau organ jauh pada trauma multiple) Peningkatan jumlah SDP adalah respon stres normal setelah trauma
5. Profil koagulasi perubahan dapat terjadi pada kehilangan darah transfusi multiple atau cedera hati (Doenges,1999:76).

G. PENATALAKSANAAN
1. Fraktur Reduction
Manipulasi atau penurunan tertutup, manipulasi non bedah penyusunan kembali secara manual dari fragmen-fragmen tulang terhadap posisi otonomi sebelumnya. Penurunan terbuka merupakan perbaikan tulang.

Teruskan penjajaran insisi pembedahan, seringkali memasukkan internal iksasi terhadap fraktur dengan ka!at, sekrup peniti  plates batang intramedulasi, dan paku. ype lokasi fraktur tergantung umur klien.

Peralatan traksi 
  • Traksi kulit biasanya untuk pengobatan jangka pendek 
  • Traksi otot atau pembedahan biasanya untuk periode jangka panjang.
2. Fraktur Immobilisasi
  • Pembalutan (gips)
  • Eksternal Fiksasi
  • Internal Fiksasi
  • Pemilihan Fraksi
3. Fraktur terbuka: Pembedahan debridement dan irigrasi
  • Imunisasi tetanus
  • Terapi antibiotic prophylacti
  • Immobilisasi (Smeltzer, 2001).
H. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Diagnosa keperawatan adalah suatu penyatuan dari masalah pasien yang nyata maupun  potensial berdasarkan data yang telah dikumpulkan (Boedihartono,1994: 17). Diagnosa keperawatan yang muncul pada pasien dengan post op fraktur (Wilkinson, 2006) meliputi: 
  1. Nyeri berhubungan dengan terputusnya jaringan tulang, gerakan fragmen tulang, edema dan cedera pada jaringan, alat traksi/immobilisasi, stress, ansietas
  2. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan dispnea, kelemahan/keletihan, ketidak edekuatan oksigenasi, ansietas, dan gangguan pola tidur.
  3. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan tekanan, perubahan status metabolik, kerusakan sirkulasi dan penurunan sensasi dibuktikan oleh terdapat luka / ulserasi, kelemahan, penurunan berat badan, turgor kulit buruk, terdapat jaringan nekrotik.
  4. Hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri/ketidak nyamanan, kerusakan muskuloskletal, terapi pembatasan aktvitas, dan penurunan kekuatan/tahanan.
  5. Risiko infeksi berhubungan dengan stasis cairan tubuh, respons inflamasi tertekan,  prosedur ivasif dan jalur penusukkan, luka/kerusakan kulit, insisi pembedahan.
  6. Kurang pengetahuan tantang kondisi, prognosis dan kebutuhan pengobatan  berhubungan dengan keterbatasan kognitif, kurang terpajan/mengingat, salah interpretasi informasi.


DAFTAR PUSTAKA
Black, Aoyce M. 1993. Medical Surgical Nursing. W.B Sainders Company : Philadelpia 
Boedihartono,1994, Proses Keperawatan di Rumah Sakit. EGC: Jakarta.
Brooker, Christine. 2001. Kamus Saku Keperawatan. EGC: Jakarta.
Brunner dan Suddarth,2002, Keperawatan Medikal Bedah, Edisi 3, EGC: Jakarta
Doenges, Marilyn E. 1999. Rencana Asuhan Keperawatan, Edisi 3. EGC: Jakarta.
Oerswari 1989, Bedah dan Perawatannya, PT Gramedia. Jakarta 
Nasrul, Effendi. 1995. Pengantar Proses Keperawatan. EGC: Jakarta.
Sjamsuhidajat, R. dan Cim de Aong. 1998. Buku Ajar Ilmu Bedah, Edisi revisi. EGC: Jakarta
Cilkinson, Audith M. 2006. Buku Saku Diagnosis Keperawatan, edisi 7. EGC: Jakarta.

0 Response to "Asuhan Keperawatan Fraktur Femur Nanda Nic Noc Terbaru"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel