ASKEP Kecemasan Nanda Nic Noc, Terbaru Lengkap!

TINJAUAN  TEORI  KECEMASAN 
(ANSIETAS)
A.KONSEP DASAR

1. Pengertian 
Ansietas atau kecemasan adalah sebuah emosi dan pengalaman subjektif dari seseorang atau suatu keadaan yang membuat seseorang tidak nyaman dan terbagi dalam beberapa tingkatan. Jadi cemas berkaitan dengan perasaan tidak pasti dan tidak berdaya (Kusumawati, 2010). Ansietas adalah perasaan takut yang tidak jelas dan tidak didukung oleh situasi (Videbeck, 2008).
ASKEP Ansietas Nanda Nic Noc, Terbaru Lengkap!

Ansietas adalah perasaan khawatir, was-was atau tidak nyaman seakan-akan terjadi sesuatu yang dirasakan sebagai hal yang mengancam dirinya, ansietas sendiri berbeda dengan rasa takut. Takut adalah penilaian intelektual terhadap sesuatu yang berbahaya sedangkan ansietas merupakan respon emosional terhadap pernilaian yang berbahaya tersebut (Keliat, 2012). askep kecemasan nanda nic noc 

2. Tanda dan gejala 
Menurut Hawari (2008), tanda dan gejala yang sering ditemukan pada orang yang mengalami ansietas  antara lain sebagai berikut : 
  • Mudah tersinggung, takut akan pikirannya sendiri, berfirasat buruk, khawatir dan cemas. 
  • Merasa tegang, tidak tenang, gelisah, mudah terkejut.
  • Takut sendirian, takut pada keramaian dan takut banyak orang.
  • Gangguan pola tidur, mimpi-mimpi yang menegangkan.
  • Gangguan konsentrasi dan daya ingat.
  • Keluhan-keluhan somatik, misalnya rasa sakit pada bagian otot dan tulang, pendengaran berdenging (tinitus), berdebar-debar, sesak nafas, gangguan pencernaan, gangguan perkemihan, sakit kepala dan sebagainya.
3. Etiologi 
Menurut Suliswati (2005), etiologi dari ansietas terdapat beberapa faktor yaitu faktor predisposisi dan faktor presipitasi. 
Faktor Predisposisi 
  • Peristiwa traumatik yang dapat memicu terjadinya kecemasan berkaitan dengan krisis yang dialami individu baik krisis pengalaman maupun situasional.
  • Konflik emosional yang dialami individu dan terselesaikan dengan baik. Konflik antara keinginan dan kenyataan yang menimbulkan ansietas pada individu.
  • Konsep diri terganggu akan menimbulkan ketidakmampuan individu berfikir secara realitas sehingga menimbulkan kecemasan.
  • Frustasi akan menimbulkan rasa tidak berdayaan untuk mengambil keputusan yang berdampak terhadap ego.
  • Gangguan fisik akan menimbulkan ansietas karena hal itu merupakan ancaman terhadap integritas fisik yang bisa mempengaruhi konsep diri individu.
  • Pola mekanisme koping keluarga atau pola keluarga dalam menangani stress akan sangat mempengaruhi individu dalam merespon terhadap konflik yang sedang dialaminya.
  • Riwayat gangguan ansietas dalam keluarga juga akan mempengaruhi respon individu dalam merespon terhadap konflik dan mengatasi kecemasan yang sedang dialaminya.
  • Medikasi yang dapat memicu terjadinya ansietas seperti pengobatan yang mengandung benzodizepin karena akan dapat menekan GABA (neurotransmiter gama amino butyric acid) yang mengontrol aktivitas neuron di otak yang bertanggung jawab menghasilkan kecemasan.
Faktor Presipitasi 
1. Ancaman terhadap intregitas fisik. Ketegangan yang mengancam integritas fisik yang meliputi :
  • Sumber internal meliputi kegagalan mekanisme regulasi suhu tubuh, fisiologis sistem imun, perubahan biologis normal, seperti hamil.
  • Sumber eksternal mencakup paparan meliputi paparan terhadap infeksi bakteri dan virus, tidak edekuatnya tempat tinggal dan kekurangan nutrisi. 
2. Ancaman terhadap harga diri meliputi sumber eksternal dan internal yang meliputi :
  • Sumber internal, kesulitan dalam berhubungan interpersonal dirumah, tempat kerja dan penyesuaian terhadap peran baru. Berbagai ancaman akan integritas fisik juga bisa mengancam harga diri.
  • Sumber eksternal, perubahan status pekerjaan, kehilangan orang yang dicintai, perceraia dan sosial budaya.
 4. Tingkatan Asietas atau Kecemasan 

Kecemasan Ringan 
Menurut Videbeck (2008), kecemasan ringan adalah perasaan bahwa ada sesuatu yang berbeda dan menumbuhkan perhatian khusus. Stimulasi sensori meningkat dan membantu individu memfokuskan perhatian untuk belajar, menyelesaikan masalah, berfikir, bertindak, merasakan, dan melindungi diri sendiri. Respon dari kecemasan ringan adalah sebagai berikut : askep kecemasan nanda nic noc
1. Respon fisik dari kecemasan ringan antara lain :
  • Ketegangan otot ringan.
  • Sadar akan lingkungan.
  • Rileks atau sedikit gelisah.
  • Penuh perhatian.
  • Rajin.
2. Respon kognitif dari kecemasan ringan antara lain :
  • Terlihat tenang, percaya diri.
  • Perasaan gagal sedikit.
  • Waspada dan memperhatikan banyak hal.
  • Mempertimbangkan informasi.
  • Tingkat pembelajaran optimal.
3. Respon emosional dari kecemasan ringan antara lain :
  • Perilaku otomatis.
  • Sedikit tidak sadar.
  • Aktivitas mandiri.
  • Terstimulasi.
  • Tenang.
Kecemasan Sedang 
Menurut Videbeck (2008), kecemasaan sedang merupakan perasaan yang mengganggu bahwa sesuatu benar-benar berbeda sehingga individu menjadi gugup atau agitasi. Respon dari kecemasan sedang adalah sebagai berikut :
1. Respon fisik dari kecemasan sedang antara lain :
  • Ketegangan otot sedang.
  • TTV meningkat.
  • Pupil dilatasi, mulai berkeringat.
  • Sering mondar-mondir.
  • Suara berubah seperti bergetar dan nada suara tinggi.
  • Kewaspadaan dan ketegangan meningkat.
  • Sering buang air kecil, pola tidur berubah, sakit kepala dan nyeri punggung.
2. Respon kognitif dari kecemasan sedang antara lain :
  • Tidak perhatian secara selektif.
  • Fokus terhadap stimulus meningkat.
  • Rentang perhatian menurun.
  • Penyelesaian masalah menurun.
  • Pembelajaran terjadi dengan memfokuskan.
3. Respon emosional dari kecemasan sedang antara lain :
  • Tidak nyaman.
  • Mudah tersinggung.
  • Kepercayaan diri goyah.
  • Tidak sabar.
  • Gembira.
Kecemasan Berat 
Menurut Videbeck (2008), kecemasan berat adalah adanya sesuatu yang berbeda dan adanya ancaman sehingga menimbulkan respon takut dan distress. Respon dari kecemasan berat adalah : 
1. Respon fisik dari kecemasan berat antara lain :
  • Ketegangan otot berat.
  • Hiperventilasi.
  • Kontak mata buruk.
  • Pengeluaran keringat meningkat.
  • Bicara cepat, nada suara tinggi.
  • Tindakan tanpa tujuan.
  • Rahang menegang, mengetarkan gigi.
  • Berteriak, mondar-mandir.
  • Meremas tangan, gemetaran.
2. Respon kognitif dari kecemasan berat antara lain :
  • Proses berfikir terpecah-pecah.
  • Sulit berfikir.
  • Penyelesaian masalah buruk.
  • Tidak mampu mempertimbangkan informasi.
  • Hanya memperhatikan ancaman.
  • Preokupasi dengan pemikiran sendiri.
  • Egosentris.
3. Respon emosional kecemasan berat  antara lain :
  • Sangat cemas.
  • Agitasi.
  • Takut.
  • Bingung.
  • Merasa tidak edekuat.
  • Menarik diri.
  • Penyangkalan.
  • Ingin beban.
Panik 
Menurut Videbeck (2008), individu kehilangan kendali dan detail perhatian hilang, karena kehilangan kontrol, maka tidak mampu melakukan apapun meskipun dengan perintah. Respon dari panik adalah : askep kecemasan nanda nic noc
1. Respon fisik dari panik antara lain :
  • Fight atau freeze.
  • Ketegangan otot sangat berat.
  • Agitasi motorik kasar.
  • Pupil dilatasi.
  • TTV meningkat kemudian menurun.
  • Tidak dapat tidur.
  • Hormon stress berkurang.
2. Respon kognitif dari panik antara lain :
  • Persepsi sangat sempit.
  • Pikiran tidak logis, terganggu.
  • Kepribadian kacau.
  • Tidak dapat menyelesaikan masalah.
  • Fokus pada pikiran sendiri.
  • Tidak rasional.
  • Sulit memahami stimulus.
  • Halusinasi, waham, ilusi mungkin terjadi.
3. Respon emosional dari panik antara lain :
  • Merasa terbebani.
  • Merasa tidak mampu, tidak berdaya.
  • Lepas kendali.
  • Mengamuk, putus asa.
  • Marah, sangat takut.
  • Mengharapkan hasil yang buruk.
  • Kaget, takut, lelah.

5.Faktor – Faktor yang Dapat Memepengaruhi Kecemasan 

Menurut Savitri Ramaiah (2013), kecemasan sering kali berkembang selama jangka waktu dan sebagian besar tergantung pada seluruh pengalaman hidup seseorang. Peristiwa ataupun situasi khusus bisa mempercepat timbulnya kecemasan. Berikut beberapa faktor yang menunjukkan kecemasan :
  • Lingkungan 
Lingkungan sekitar dapat mempengaruhi cara berfikir individu tentang diri sendiri maupun orang lain. Hal ini disebabkan kerena adanya pengalaman yang tidak menyenagkan pada individu dengan keluarga, sahabat, atau rekan kerjanya sehingga individu merasa tidak nyaman dan aman terhadap lingkungannya. 
  • Emosi yang ditekan
Kecemasan bisa terjadi jika individu tidak mampu menemukan jalan keluar untuk perasaannya sendiri dalam hubungna personal ini, terutama jika dirinya menekan rasa marah atau frustasi dalam jangka waktu yang lama.
  • Sebab-sebab fisik 
Pikiran dan tubuh yang selalu saling berinteraksi dan bisa menyebabkan munculnya kecemasan. Hal ini terlihat, seperti kehamilan, masa-masa remaja dan waktu sembuh dari suatu penyakit yang sangat berbahaya. Selama ditimpa dengan kondisi-kondisi ini, perubahan-perubahan lazim muncul dan ini bisa menyebabkan munculnya kecemasan.

6. Penatalaksanaan Kecemasan (Ansietas)

Menurut Hawari (2008), penatalaksanaan pada pasien dengan kesus kecemasan atau asietas pada tahap pencegahan dan terapi memerlukan suatu metode pendekatan yang bersifat holistik yaitu mencakup fisik atau somatik, psikologik atau psikiatrik, psikososial dan psikoreligius. Selengkapnya seperti berikut :
1. Upaya meningkatkan kekebalan stress dengan cara :
  • Makan makanan yang bergizi dan seimbang.
  • Tidur yang cukup.
  • Cukup olah raga.
  • Tidak merokok.
  • Tidak meminum minuman keras.
2. Terapi psikofarmaka 
Terapi psikofarmaka adalah pengobatan untuk kecemasan (ansietas) dengan menggunakan obat-obatan yang berfungsi untuk memulihkan fungsi gangguan sinyal penghantar saraf (neuro-transmitter) di susunan saraf pusat otak (limbic system). Terapi psikofarmaka yang paling sering digunakan adalah obat anti-cemas (anxiolytic), seperti diazepam, bromazepam, clobazam dan lain-lain. askep kecemasan nanda nic noc.

3. Terapi somatik 
Gejala atau keluhan fisik (somatik) sering dijumpai dengan gejala ikutan atau akibat dari kecemasan yang berkepanjangan. Untuk menghilangkan keluhan-keluhan somatik atau fisik dapat diberikan obat-obatan yang ditunjukan pada organ tubuh yang bersangkutan.  

4. Psikoterapi 
Psikoterapi diberikan tergantung dari kebutuhan individu, antara lain sebagai berikut :
  • Psikoterapi suportif => untuk memberikan semangat, motivasi dan dorongan supaya pasien tidak merasa putus asa dan diberikan keyakinan serta kepercayaan diri.
  • Psikoterapi re-edukatif => memberikan pendidikan ulang dan koreksi bila dinilai bahwa ketidakmampuan mengatasi kecemasan.
  • Psikoterapi re-kontruksif => untuk diperbaiki kembali kepribadian yang telah mengalami goncangan akibat stressor. 
  • Psikoterapi kognitif =>  untuk memulihkan fungsi kognitif pasien yaitu kemampuan untuk berfikir secara rasional, konsentrasi, dan daya ingat.
  • Psikoterapi psiko-dinamik => untuk menganalisa dan menguraikan proses dinamika kejiwaan yang dapat menjelaskan kenapa seseorang tidak mampu menghadapi stessor psikososial sehingga mengalami kecemasan.
  • Psikoterapi keluarga => yang berfungsi untuk memperbaiki hubungan kekeluargaan, supaya faktor keluarga tidak akan lagi menjadi faktor penyebab dan faktor keluarga bisa dijadikan sebagai faktor pendukung.
5. Terapi psikoreligius 
Untuk meningkatkan kepercayaan terhadap yang pencipta seseorang yang berhubungan erat dengan kekebalan serta daya tahan dalam menghadapi berbagai problema kehidupan yang merupakan stressor psikososial.

ASUHAN KEPERAWATAN KECEMASAN
(ANSIETAS) NANDA NIC NOC

Pengkajian 
  • Identitas pasien 
  • Perilaku
Produktivitas menurun, gelisah, melihat sesuatu gelisah, pergerakan berlebihan, kontak mata jelek, insomnia, perasaan gelisah.
  • Afektif
Meyesal, kesedihan mendalam, takut, gugup, suka cita berlebihan, nyeri dan ketidakberdayaan meningkat secara menetap, gemertak, kekhawatiran meningkat, fokus pada diri sendiri, prihatin dan mencemaskan.
  • Fisiologis 
Suara bergetar, bergoyang-goyang, respirasi meningkat, nadi meningkat, gangguan tidur, perasaan gelisah, gangguan tidur, wajah tegang, tekanan darah meningkat.
  • Kognitif 
Hambatan berfikir, bingung, pelupa, perenung, lemah, cenderung menyalahkan orang lain, kewaspadaan terhadap gejala fisiologis.
  • Faktor yang berhubungan
Terpapar toksik, hubungan kekeluargaan/ keturunan, kebutuhan yang tidak terpenuhi, ancaman terhadap konsep diri, stress, penyalahgunaan zat. 
  • Respon terhadap ansietas 
Ansietas menyebabkan respon kognitif, psikomotor, dan fisiologis yang tidak nyaman, misalnya kesulitan berfikir logis, peningkatan aktivitas motorik, agitasi, dan peningkatan TTV. Untuk mengurangi perasaan tidak nyaman, individu mencoba mengurangi tingkat ketidaknyamanan tersebut dengan melakukan prilaku adaptif yang baru atau mekanisme pertahanan. 
ASKEP Ansietas Nanda Nic Noc

Perilaku adaptif bisa menjadi hal yang positif serta membantu individu beradaptasi dan belajar, seperti menggunakan teknik imajinasi untuk memfokuskan kembali perhatiannya pada pemandangan yang indah,  dan pernafasan yang lambat, relaksasi tubuh secara berurutan dari kepala sampai jari kaki dan teratur untuk mengurangi ketegangan otot dan TTV. 

Respon negatif terhadap ansietas dapat menimbulkan perilaku maladaftif, respons terkait strees yang menimbulkan efesiensi imun, seperti sakit kepala akibat ketegangan dan sindrom nyeri (videbeck, 2008).


Diagnosa Keperawatan Nanda Nic Noc


Pembentukan diagnosa keperawatan mengharuskan perawat menentukan kualitas (kesesuaian) dari respon pasien, kuantitas (tingkat) dari ansietas pasien dans sifat maladaptif ataupun sifat adaptif dari mekanisme koping yang digunakan (Direja, 2011). 
Menurut Suliswati (2005), diagnosa yang muncul adalah sebagai berikut :
  • Panik berhubungan dengan penolakan keluarga karena bingung dan gagal mengambil keputusan.
  • Kecemasan berat berhubungan dengan konflik perkawinan.
  • Kecemasan sedang berhubungan dengan tekanan finansial.
  • Ketidakefektipan koping individu berhubungan dengan kematian keluarga.
Rencana Keperawatan 
Menurut nanda nic-noc (2006), pada ansietas terdiri dari ansietas kontrol dan mekanisme koping. Yaitu sebagai berikut: 
Ansietas kontrol (1-5 tidak pernah, jarang, kadang-kadang, sering, konsisten) dengan indikator: 
  1. Monitor intensitas kecemasan 
  2. Menyingkirkan tanda kecemasan 
  3. Mencari informasi untuk menurunkan kecemasan 
  4. Merencanakan strategi koping 
  5. Menggunakan tekhnik relaksasi untuk menurunkan kecemasan 
  6. Melaporkan penurunan durasi dan episode cemas
  7. Melaporkan tidak adanya manifestasi fisik dan kecemasan 
  8. Tidak ada manifestasi perilaku kecemasan 
Coping dengan ketentuan (1-5 tidak pernah, jarang, kadang-kadang, sering, konsisten) dengan indikator: 
  1. Menunjukkan fleksibilitas peran
  2. Keluarga menunjukkan fleksibilitas peran pada anggotanya
  3. Melibatkan anggota keluarga dalam membuat keputusan
  4. Mengekspresikan perasaan dan kebebasan emosional 
  5. Menunjukkan strategi penurunan strees

Strategi Pelaksanaan (SP) Tindakan Keperawatan

SP 1 :
  1. Memonitor intensitas kecemasan
  2. Menyingkirkan tanda kecemasan
  3. Mencari informasi untuk menurunkan kecemasan
  4. Merencanakan strategi koping
  5. Menggunakan teknik relaksasi untuk menurunkan kecemasan 
  6. Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian
SP Komunikasi :
Orientasi 
  • Salam tarapeutik
“Selamat pagi bapak, perkenalkan nama saya Ulfa Rizki, Bapak bisa panggil saya Upa, saya mahasiswi dari Stikes MNI, yang sedang bertugas di ruangan ini”. Nama bapak siapa?  “Bapak senangnya di panggil apa?”.   “ Saya akan menemani bapak disini kurang lebih dua minggu ya, jadi kalau ada yang menggangu pikiran bapak, bisa bilang sama saya bapak ya, saya bisa membantu bapak untuk menghilangkan pikiran yang mengganggu sama bapak”.
  • Evaluasi/validasi
“bagaimana perasaan bapak saat ini? Ooo seperti itu”. “coba bapak ceritakan apa yang dirasakan di rumah sampai bapak dibawa ke RSJ?” 
  • Kontrak 
Topik “Apakah bapak mau berbicara dengan kemampuan dimiliki dan hobi yang sering dilakukannya di rumah?”Tempat“bapak lebih suka ngobrol dimana?”Waktu“Bapak, bagaimana kalau kita berbiacara selama 10 menit saja"
Kerja
Apa yang bapak rasakan saat ini?. Apakah bapak merasa gelisah?. Bagaimana kualitas tidur bapak ?. Pernafasan bapak saya lihat terlalu cepat, coba saya periksa denyut nadi bapak?. Denyut nadi bapak cepat ya, apak bapak mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi?. 

Adakah sesuatu yang terjadi sampai membuat bapak merasa gelisah?. Ooo jadi sebelumnya bapak melihat istri bapak sedang jalan bersama orang lain?. Apakah bapak sudah bicara dari hati ke hati dengan istri bapak?. Saya mengerti apa yang bapak rasaka, tapi menurut saya, yang bapak khawatirkan itu belum tentu benar, mungkin saja istri bapak hanya minta dibonceng sebentar karena ada keperluan yang mendadak dan mendesak dan tidak ada angkutan lain. 

“Jadi menurut saya, coba bapak bicarakan dulu dengan istri bapak secara baik-baik, dan bapak jangan menggunakan emosi ya saat berbiacra, bapak tanya baik-baik dan jangan emosi ya pak”. “Nah bagaimana bapak, kalau sekarang kita melakukan cara relaksasi agar bapak bisa merasa lebih tenang?. 

Oke bapak, caranya bapak duduk bersila lalu pejamkan mata mata bapak kemudian  fokuskan fikiran bapak dan tarik nafas dengan hidung pelan–pelan selama 5 detik, tahan sebentar pak ya, lalu tiup perlahan dengan mulut selama 5 detik”. “Coba bapak ulangi lagi sampai bapak bisa merasa lebih tenang”. 

“bagus sekali pak, lakukan hal ini dengan rutin pak ya, supaya kita bisa cepat pulang. Untuk besok, kita akan jumpa jam berapa pak, bapak mau jumpa jam berapa besok dengan saya.

Terminasi 
Bagaimana perasaan bapak selama kita berbicara?, “senang terima kasih!”. “Bapak sekarang sudah tahukan, apa yang bisa bapak lakukan apabila bapak cemas?. “Iya sangat bagus sekali, bapak segera lakukan teknik relaksasi seperti yang kita lakukan kemarin ya dan jika ada masalah, jangan bapak sendiri ya, tapi bapak bicarakan dengan tenang bersama isteri bapak atau keluarga lainnya. askep kecemasan nanda nic noc

Tolong bapak ceritakan lagi kemampuan dan kegiatan yang sering bapak lakukan ?  bagus sekali bapak”, “terus bagaimana tanggapan keluarga terhadap kemampuan serta kegiatan yang bapak lakukan ?”. Baiklah bapak, sampai disini pertemuan kita hari ini ya, besok kita akan bertemu lagi untuk bercakap-cakap lagi bapak ya. Oke bapak, saya permisi dulu ya, Assalamualaikum.  

0 Response to "ASKEP Kecemasan Nanda Nic Noc, Terbaru Lengkap!"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel