Macam Macam Obat Antibiotik dan Fungsinya, Terlengkap!

Antibiotik merupakan salah satu jenis obat yang sering diresepkan dokter untuk mengobati berbagai jenis penyakit, baik yang disebabkan oleh bakteri ataupun mikroorganisme lainnya.

Sejarah Obat Antibiotik 
Antibiotik pertama kali ditemukan dari kultur jamur oleh seorang ilmuwan yang bernama Alexander fleming yang berasal dari Skotlandia pada tahun 1929. Antibiotik tersebut dinamakan penisilin.
jenis jenis Obat Antibiotik dan Fungsinya, Terlengkap!

Pada masa sekarang ini sudah lebih dari 100 jenis obat antibiotik yang telah diciptakan oleh manusia. Tujuannya adalah supaya bisa membantu menyembuhkan berbagai jenis infeksi mulai dari stadium 1 sampai stadium yang sudah sangat parah sekalipun. Simak ulasan macam macam obat antibiotik dan fungsinya sampai tuntas.

Jenis-Jenis Obat Antibiotik dan Fungsinya

1. PENISILIN (PENICILLINS)
Merupakan sejenis obat antibiotik yang biasa digunakan untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit infeksi yang diakibatkan oleh bakteri, misalnya infeksi pada telinga.

Jenis-Jenis Penisilin
  • Penisilin G,
  • penisilin V,
  • kloksasilin,
  • oksasilin,
  • ampisilin,
  • tikarsilin
  • amoksisilin,
  • dan nafsilin.
Fungsi obat antibiotik ini untuk mengobati berbagai jenis infeksi yang terjadi pada daerah gigi, kulit, mata, telinga dan berbagai organ tubuh lainnya yang terinfeksi.

Efek samping yang sering muncul dari penicilin
  • Urtikaria
  • Diare
  • Nausea
  • Superinfeksi dri Candidiasis
  • Demam
  • Mual dan muntah
  • Dermatitis
  • Angiodema
  • Kolitis pseudomembarnosus.

2. SEFALOSPORIN (CEPHALOSPORINS)

Adalah antibiotika betalaktam yang sangat efektif untuk memperlambat reaksi pada transpeptidase tahap ketiga dalam rangkaian reaksi proses pembentukan dinding sel. Macam macam obat antibiotik dan fungsinya itu seperti dibawah ini.

Sefalosporin biasa digunakan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit infeksi berat ataupun infeksi yang tidak bisa disembuhkan oleh antimikroba yang lain, misalnya gonorhea, meningitis dan beberapa jenis penyakit infeksi lainnya.

Jenis dan Fungsi Sefalosporin
  1. Cefadroxil dan Cefalexin => Digunakan untuk menyembuhkan infeksi yang diakibatkan oleh bakteri yang biasanya terjadi pada tenggorokan, kulit dan infeksi kandung kemih.
  2. Cefazolin => Biasa digunakan untuk menyembuhkan infeksi yang disebabkan oleh bakteri pada kandung kemih, kandung empedu, saluran kencing, organ pernafasan, infeksi bekas operasi dan infeksi pada kulit.
  3. Cephalotin => Biasa digunakan untuk menyembuhkan infeksi yang disebabkan oleh bakteri pada kulit, jaringan lunak, genito urinaria, infeksi pasca operasi, saluran pernafasan, otitis dan septikemia.
  4. Cefaktor dan Cefixim => Biasa digunakan untuk menghilangkan bakteri jenis penyakit pneunomia dan berbagai jenis penykit infeksi yang terjadi di telinga, tenggorokan, paru-paru, saluran kemih dan kulit.
  5. Cefamandol, Ceftizoxim dan Ceftriaxon => Biasa digunakan untuk menyembuhkan infeksi yang diakibatkan bakteri pada paru-paru, tulang, sendi, perut, kulit, darah dan saluran kencing.
  6. Cefmetazol => Adalah jenis sefalosforin yang lebih aktif pada gram positif, serritia, gram negatif, proteus dan beberapa jenis bakteri E coli.
  7. Cefoperazon dan Ceftazidim => Biasa digunakan untuk mengobati infeksi karena bakteri pada paru-paru, sendi, darah, kulit, rahim dan saluran kemih.
  8. Ceprozil => Biasa digunakan untuk mengobati otitis, jaringan lunak serta saluran pernafasan.
  9. Cefuroxim => Digunakan untuk mengobati bronkhitis, infeksi limfa, infeksi organ telinga, gonore, tenggorokan, sinus, saluran kemih dan kulit.
  10. Cefotaxim => Biasa digunakan untuk mengobati gonore, infeksi saluran kemih, infeksi ginjal, infeksi saluran pernafasan, meningitis, infeksi kulit, infeksi pasca operasi dan jaringan lunak.
  11. Cefotiam => Jenis antibiotik sefalosforin ini sangat aktif sama gram positif ataupun negatif.
  12. Cefpodoxim => Digunakan untuk mengobati berbagai jenis infeksi, seperti pneunomia,  gonore, infeksi telinga, bronkhitis, kulit, tenggorokan dan saluran kemih.
  13. Cefepim => Biasa digunakan untuk mengobati infeksi  saluran kemih, kulit dan pneunomia.
  14. Cefpirom => Biasa digunakan untuk men gobatiinfeksi pada darah, saluran nafas, paru dan saluran kemih.
Efek Samping dari Sefalosforin
  • Ruam
  • Diare
  • Demam
  • Kram perut
3. AMINOGLIKOSIDA
Merupakan macam-macam obat antibiotik yang berfungsi untuk memperlambat pertumbuhan protein bakteri yang menyerang tubuh. Jenis-jenis penyakit yang bisa diboati dengan antibotik aminoglikosida, yaitu tifus dan pneumonia. Penggunaan obat antibiotik jenis ini sering dikalaborasikan dengan penisilin ataupun sefalosforin.

Jenis Antibiotik Aminoglikosida
  • Streptomisin
  • Gentamisin
  • Kanamisin
  • Amikasin
  • Dibekasin tobramisin
  • Netilmisin
  • Neomisin
  • Paromomisin
  • Framisetin.
Efek Samping Aminoglikosida
  • Bisa menyebabkan infeksi ringan (seperti ruam,  demam, diskrasia darah, eosinofilia, dermatitis, angioedema, stomatitis dan syok).
  • Bisa menimbulkan reaksi iritasi dan tolcsik (ini ditandai dengan timbul rasa nyeri dibekas suntikan dan disertai dengan meningkatnya suhu badan). 
  • Reaksi yang terjadi pada saraf pusat (gangguan pendengaran serta keseimbangan). 
  • Gangguan yang terjadi pada ginjal.

4. MAKROLIDA
Merupakan jenis obat antibiotik yang befungsi untuk mengatasi biosintesis protein pada bakteri. Umumnya obat makrolida diberikan pada klien yang sensitif sama antibiotik penisilin.

Aktivitas mikrolida disebabkan oleh karena adanya cincin mikrolida serta cincin lakton besar yang saling terikat dengan satu ataupun lebih dengan gula deoksi. Cincin lakton ini sendiri biasanya tersusun dari 14, 15 - 16 atom.

Macam macam obat antibiotik ini umumnya digunakan untuk mengobati jenis infeksi yang diakibatkan bakteri, seperti infeksi lambung, infeksi saluran pernafasan dan infeksi lainnya.

Jenis-Jenis dan Kegunaan Antibiotik Mikrolida
  1. Eritromisin => Digunakan untuk mengobati infeksi Mycloplasma pneumoniae, penyakit Legionnaire, infeksi Klamidia, Difter, Pertusis, Stafilokokus, Infeksi Streptokokus, infeksi Camylobacter, Sifilis, Tetanus dan Gonore.
  2. Spiramisin => Digunakan untuk mengobati terapi infeksi yang terjadi pada rongga mulut serta saluran pernafasan.
  3. Roksitromisin => Biasa digunakan untuk mengobati  infeksi THT, bronkitis, pneumonia, uretritis, infeksi kulit seperti pioderma, impetigo, dermatitis dengan infeksi, ulkus pada kaki.
  4. Klaritromisin => Penggunaan klaritromisin sama seperti penggunaan eritromisin.
  5. Azitromisin => Biasa digunakan untuk pengobatan infekti yang diakibatkan oleh bakteri, seperti pneumonia, bronkitis, penyakit s*ksual,  paru-paru, kulit infeksi telinga dan tenggorokan.
Ffek samping yang ditimbulkan makrolida
  • Gangguan pada lambung
  • Mual
  • Diare
5. SULFONOMID
Merupakan kelompok dari zat antibakteri yang berfungsi untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Sifat dari antibiotik sulfonomid ini merupakan amfoter, yang artinya bisa membentuk garam baik dengan zat asam ataupun basa.

Penggunaan sulfonomid adalah untuk menyembuhkan penyakit ginjal, porfira akut, kerusakan parenkim hati, insufiensi jantung, devisiensi bawaan dari glukosa, hipersensivitas dan perubahan komponen darah.

Jenis-Jenis Antibiotik Sulfonamid
  • Cotrimoxazole
  • Abatrim
  • Bactoprim
Efek Samping dari Sulfonomid
  • Ruam
  • Gagal ginjal
  • Gangguan darah, misalnya depresi sumsum tulang serta agranulositosis
  • Anemia hemolitis
  • Reaksi alergi, seperti urticaria
  • Gangguan pencernakan, misalnya mual dan diare
Antibiotik ini sebaiknya jangan diberikan pada wanita hamil serta menyusui dan pada bayi usia diabawah 6 bulan.

6. FLOUROQUINOLONES
Fluoroquinolones adalah  antibakteri yang biasa digunakan untuk terapi infeksi saluran pernapasan serta infeksi saluran kencing. Antibiotik ini bekerja langsung untuk mematikan DNA pada bakteri yang menginfeksi.

Jenis-Jenis Fluoroquinolones
  • Ciprofloxacin
  • Moxifloxacin
  • Gemifloxacin
  • Levofloxacin
  • Norfloxacin
  • Ofloxacin
Efek Samping yang Bisa Muncul
  • Gangguan pencernakan (mual, muntah dan diare)
  • Sakit kepala
  • Ruam pada kulit
  • Alergi
  • Kejang-kejang
  • Halusinasi
  • Pecahnya tandon
  • Angioedema
  • Gangguan pada perkembangan tulang

7. TETRASIKLIN
Merupakan sejenis antimikroba yang bersifat bakteriostatik dan akan memperlambat sintesis protein bakteri. Antibakteri ini pertama kali ditemukan Lioyd Conover tahun 1955. Antibiotik  tetrasiklin digunakan untuk mengoabti infeksi yang terjadi pada telinga bagian tengah, saluran pernafasan dan saluran kemih.

Kinerja obat antibiotik jenis ini adalah menghalangi masuknya komplek TRNA asam amino ditempat asam amino, supaya bakteri tidak bisa berkembang biak. Macam macam obat antibiotik ini adalah sebagai berikut.

Jenis dan Fungsi Tetrasiklin

  1. Tetrasikin => Digunakan untuk mengobati acne vulgaris dan rosacea,  sinus, telinga bagian tengah, infeksi saluran pernafasan, saluran kemih, usus dua belas jari dan gonore. Biasanya antibiotik ini berbentuk tablet dan buffer.
  2. Doksisiklin => Biasa digunakan untuk mencegah infeksi antraks, malaria dan infeksi kaki gajah.
  3. Oksitetrasiklin => Biasa digunakan untuk mengobati infeksi ricketsia klamidia, saluran pencernaan, saluran pernafasan, kulit, jaringan lunak dan infeksi s*xual.
  4. Minosiklin => Biasa digunakan untuk mengobati pneumonia, meningitis, infeksi pada saluran pernafasan, infeksi kelamin, jerawat, infeksi kulit dan saluran kemih.
Efek Samping Tetrasiklin
  • Gangguan perut
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Gangguan hati
8. POLIPEPTIDA
Merupakan penyatuan dua atau lebih asam amino kedalam satu rantai. Jenis antibiotik ini hanya digunakan untuk pemakaian luar saja, seperti pada permukaan kulit. Karena obat antibiotik polipeptida dianggap sangat beracun.

Macam-Macam Obat Antibiotik Polipeptida
  • Bacitracin
  • Polimiksin B
  • Colistin
Efek Samping dari Penggunaan Polipeptida
Saat antibiotik ini disuntikkan kedalam kulit, bisa menyebabkan kerusakan ginjal serta saraf. Dokter umumnya memberikan macam macam obat antibiotik berdasarkan pada jenis infeksi klien, serta mempertimbangkan tingkat sensitivitas klien akan obat antibiotik yang akan diberikan.
jenis Obat Antibiotik dan kegunaannya yang sering dipakai

Jenis-Jenis Antibiotik Yang Paling Sering Digunakan

  • Amoxicillin
Amoxicillin adalah antibiotik yang termasuk kedalam golongan penicillin, lebih spesifiknya lagi termasuk golongan aminopenicillin. Penggunaan amoxicillin sangatlah luas, mulai dari untuk mengobati infeksi kulit, telinga, gigi, saluran napas serta infeksi saluran kemih.
  • Cefadroxil
Cefadroxil adalah generasi pertama obat antibiotik yang termasuk dalma golongan Cephalosphorin, yang kinerjanya hampir sama dengan Amoxicillin dan antibiotik lainnya yang didalam golongan penicillin. Penggunaan antibiotik ini juga sangat sering, mulai untuk mengobati infeksi kulit sampai infeksi saluran kemih.
  • Erythromicyn
Erythromicin adalah antibiotik yang masuk dalam golongan makrolid yang biasa diberikan pada klien yang alergi penicillin. Penggunaan antibiotik ini lebih luas lagi dari penicillin ataupun cephalosphorin, sehingga sangat sering dipakai sebagai pilihan pertama untuk mengobati pneumonia atipik.
  • Ciprofloxacin
Ciprofloxacin adalah antibiotik yang tergolong dalam jenis floroquinolon, yang merupakan salah satu antibiotik paling efektif sekarang ini. Penggunaan ciprofloxacin untuk menyebuhkan infeksi saluran kemih, infeksi saluran napas dan infeksi kulit.

Nah itulah tadi pembahasan lengkap tentang macam macam obat antibiotik dan fungsinya, dan juga jenis-jenis antibiotik yang sering digunakan dirumah sakit. Semoga bisa bermanfaat untuk kita semua.

0 Response to "Macam Macam Obat Antibiotik dan Fungsinya, Terlengkap! "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel