Plasenta Previa Akreta Pembahasan Terlengkap!

Plasenta akreta adalah kondisi di mana pembuluh darah plasenta (ari-ari) atau bagian-bagian lain dari plasenta tumbuh terlalu dalam pada dinding rahim. Kasus yang paling sering terjadi adalah saat plasenta tumbuh terlalu dalam pada dinding rahim.
Plasenta Akreta, Inkreta dan Perkreta Pembahasan Terlengkap!
Kondisi lebih parah, yang disebut plasenta inkreta, terjadi jika plasenta berada semakin dalam pada dinding rahim hingga mencapai otot rahim Kondisi ini disebut plasenta perkreta.

Plasenta previa atau plasenta letak rendah adalah kondisi ketika sebagian atau seluruh plasenta menutupi mulut rahim. Apabila tetap berada di bagian bawah rahim atau di dekat serviks, plasenta dapat menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir sang bayi.

PLASENTA AKRETA

Plasenta akreta adalah kondisi di mana pembuluh darah plasenta (ari-ari) atau bagian-bagian lain dari plasenta tumbuh terlalu dalam pada dinding rahim. Ini merupakan salah satu masalah kehamilan serius karena bisa membahayakan nyawa penderita.
Plasenta Akreta

Setelah seseorang melahirkan, plasenta yang normal umumnya akan terlepas dari dinding rahim. Akan tetapi pada plasenta akreta, sebagian ataupun seluruh plasenta tetap masih melekat pada dinding rahim. Kondisi ini sangat beresiko mengakibatkan perdarahan yang hebat pasca melahirkan.
Meski penyebab pasti plasenta akreta belum diketahui, kondisi ini diduga berkaitan dengan terjadinya plasenta previa atau bekas operasi caesar pada persalinan sebelumnya. 

Plasenta akreta terjadi pada sekitar lima atau sepuluh persen wanita dengan plasenta previa, dan pada sekitar 60 persen wanita yang pernah beberapa kali menjalani operasi caesar .

Tanda dan Gejala Plasenta Akreta

Saat berlangsungnya kehamilan, plasenta akreta biasanya tidak menampakkan tanda dan gejala yang bisa dilihat secara langsung dengan mata. Biasanya kondisi ini baru terdeteksi oleh dokter disaat melakukan pemeriksaan USG ketika konsultasi kehamilan. 

Tapi ada beberapa kasus, plasenta akreta bisa menyebabkan perdarahan dari vag*na saat memasuki minggu ke-28-40 kehamilan (trimester ketiga).

Tingkat keparahan plasenta akreta ditentukan berdasarkan seberapa lekat plasenta terhadap dinding rahim. Kasus yang paling sering terjadi adalah saat plasenta tumbuh terlalu dalam pada dinding rahim.

Kondisi lebih parah, yang disebut plasenta inkreta, terjadi jika plasenta berada semakin dalam pada dinding rahim hingga mencapai otot rahim. Pada kasus yang jarang terjadi, plasenta dapat menembus seluruh dinding rahim hingga melekat pada organ lain, seperti kandung kemih. Kondisi ini disebut plasenta perkreta.

Penyebab Plasenta Akreta

Plasenta akreta diduga berkaitan dengan tingginya kadar protein bernama alpha-fetoprotein (AFP) yang dihasilkan janin, dan dapat dideteksi dari darah ibu hamil. 

Kondisi lapisan rahim yang abnormal, diduga juga bisa menyebabkan plasenta akreta, seperti adanya jaringan parut pasca operasi CS ataupun operasi lainnya di rahim. Meski demikian, penyebab pasti dari plasenta akreta belum diketahui secara pasti sampai sekarang.

Sebenarnya resiko seseorang terkena plasenta akreta dapat terus meningkat setiap kali dirinya hamil, terlebih lagi kalau sudah berusia di atas 35 tahun. Selain dari itu,resiko seseorang mengalami plasenta akreta juga akan meningkat apabila:
  1. Memiliki posisi plasenta pada bagian bawah rahim ketika hamil, yang mana seharusnya plasenta berada di puncak rahim.
  2. Menderita plasenta menutupi sebagian ataupun seluruh jalan lahir (plasenta previa).
  3. Memiliki kondisi rahim yang abnormal (terdapat miom).

Diagnosis Plasenta Akreta
Diagnosis plasenta akreta umumnya pertama dengan pemeriksaan riwayat kesehatan klien, termasuk riwayat operasi CS klien. Plasenta akreta bisa diketahui ketika melakukan pemeriksaan USG kehamilan. 

Setelah diketahui plasenta akreta, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan lain untuk memastikan posisi tempat pertumbuhan plasenta ddalam dinding rahim. Pemeriksaan lanjutan untuk mendiagnosis plasenta akreta adalah dengan menggunakan MRI, bisa membantu untuk mengetahui lokasi akurat dari plasenta didalam dinding rahim

Penanganan Plasenta Akreta
Begitu seseorang yang sudah terdiagnosis plasenta akreta, maka dokter akan mengamati kondisi perkembangan kehamilan dan merencanakan waktu persalinan dengan berbagai persiapan untuk kondisi darurat, berguna untuk memastikan persalinan berjalan dengan aman dan lancar. 

Kalau terjadi perdarahan pada trimester 3, dokter akan menganjurkan pada klien untuk istirahat total serta menjalani perawatan intesif di rumah sakit.

Persalinan akan dilakukan dengan cara operasi Cs (caesar). Operasi ini dilakukan berdasarkan kesepakatan klien dengan dokter, mengingat kondisi klien dan resiko terjadi perdarahan pasca persalinan.
Bagi penderita yang ingin memiliki anak kembali atau kondisi plasenta akreta belum terlalu parah, maka operasi dapat dilakukan dengan mempertahankan keberadaan rahim. Namun perlu diingat bahwa tindakan operasi caesar dengan memisahkan plasenta dari dinding rahim sendiri berisiko menimbulkan perdarahan hebat yang dapat membahayakan nyawa. 

Selain itu, operasi dengan meninggalkan sebagian besar plasenta guna mempertahankan rahim akan mengakibatkan risiko terjadinya komplikasi serius.

Pilihan lain yang bisa dilakukan adalah dengan operasi caesar (CS) yang disertai dengan operasi pengangkatan rahim (histerektomi) untuk mencegah terjadinya kehilangan darah yang hebat akibat tindakan memisahkan plasenta dari dinding rahim. 

Operasi CS dan histerektomi ini juga harus dilakukan untuk penderita plasenta akreta yang sudah parah dan sudah meluas. Histerektomi juga dianjurkan dokter ketika terjadi perdarahan kembali setelah dilakukan operasi CS yang masih tersisa sebagian besar plasenta didalam. 

Pasca penanganan yang benar dan tepat, Klien biasanya bisa kembali kembali tanpa menimbulkan komplikasi untuk jangka panjang.

Komplikasi Plasenta Akreta
  • Bisa terjadi infeksi
  • Perdarahan yang bisa membahayakan nyawa 
  • Emboli paru (penyumbatan gumpalan darah yang terlepas sehingga menyumbat arteri paru-paru)
  • Keguguran
  • Plasenta akreta bisa terjadi lagi
  • Kelahiran prematur
  • infeksi luka operasi
  • Reaksi alergi obat bius
  • Terbentuk gumpalan dara
  • kerusakan organ seperti paru-paru (disebabkan acute respiratory distress syndrome) ataupun kerusakan ginjal (disebabkan gagal ginjal)

PLASENTA PREVIA

Plasenta previa atau plasenta letak rendah adalah kondisi ketika sebagian atau seluruh plasenta menutupi mulut rahim. Plasenta (ari-ari) terbentuk dan menempel di dinding rahim ketika seseorang hamil.
Plasenta Previa

Organ ini terhubung dengan bayi melalui tali pusar yang berfungsi untuk menyalurkan oksigen dan nutrisi untuk bayi, sekaligus untuk membuang zat-zat sisa dari darah bayi.

Selama masa kehamilan, rahim seseorang akan berkembang dan plasenta dengan kondisi normal akan melebar ke arah atas serta menjauhi leher rahim atau serviks.

Apabila tetap berada di bagian bawah rahim atau di dekat serviks, plasenta dapat menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir sang bayi. Kondisi inilah yang disebut plasenta previa.

Gejala-Gejala Plasenta Previa

Plasenta previa termasuk kondisi yang jarang dialami oleh ibu hamil. Tetapi risiko ini tetap harus diwaspadai karena bisa membahayakan jiwa ibu dan bayi dalam kandungan.

Gejala awal dari plasenta previa adalah terjadi perdarahan tanpa diikuti dengan rasa sakit. Pendarahan tersebut umumnya terjadi pada saat memasuki usia 28 minggu kehamilan.

Volume darah yang muncul juga bisa ringan hingga parah. Perdarahan ini biasanya akan berhenti tanpa harus dilakukan penanganan khusus sebelum terjadi kembali pada beberapa hari ataupun beberapa minggu kemudian. Sebagian ibu hamil juga bisa mengalami kontraksi serta nyeri punggung ataupun abdomen (perut) bagian bawah.

Baca Juga: Manfaat Daun Singkong untuk Ibu Hamill

Namun tidak semua ibu hamil dengan kasus plasenta previa ini mengalami perdarahan. Tapi tindakan penanganan sederhana, seperti membatasi rutinitas supaya tidak mengalami kelelahan, perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi.

Jika mengalami perdarahan dalam trimester kedua atau ketiga, sebaiknya Anda segera menghubungi dokter. Ibu hamil pada kasus ini mengalami yang perdarahan hebat, dianjurkan untuk segera ke rumah sakit.

Apabila tidak ditangani segera, ibu hamil yang mengalami plasenta previa memiliki resiko lebih tinggi untuk mengalami pendarahan sebelum dan pasca kelahiran, kelahiran prematur dan lepasnya plasenta dari rahim

Faktor Resiko Plasenta Previa
Penyebab plasenta previa belum diketahui dengan pasti, namun beberapa faktor yang diduga bisa berpotensi meningkatkan resiko plasenta previa adalah sebagai berikut:
  • Pernah operasi pada rahim (kuret ataupun pengangkatan miom)
  • Pernah mengalami plasenta previa sebelumnya
  • Pernah operasi caesar (CS)
  • Pernah keguguran
  • Merokok
  • Berusia 35 tahun ataupun lebih.
  • Pernah melahirkan
  • Pernah operasi di rahim
  • Menggunakan kokain.

Diagnosis Plasenta Previa
Plasenta previa umumnya terdeteksi melalui pemeriksaan USG pada trimester kedua (usia kehamilan 18 hingga 21 minggu). Kalian juga akan disarankan untuk menjalani USG transvaginal yang dapat memberikan pencitraan yang lebih detail. 

Kombinasi kedua jenis USG ini akan membantu dokter untuk memastikan diagnosis plasenta previa. Jika kalian positif terdiagnosis mengalami plasenta previa, dokter akan menghindari pemeriksaan fisik rutin melalui vag*na selama masa kehamilan berlangsung. 

Ini dilakukan berguna untuk mengurangi risiko perdarahan. Kalian juga umumnya akan kembali menjalani proses USG sebelum melahirkan untuk memeriksa lokasi plasenta dan detak jantung bayi.

Jenis-Jenis Plasenta Previa
  1. Plasenta previa minor => Sebagian plasenta menjulur ke rahim bagian bawah tanpa menutupi lubang serviks
  2. Plasenta previa mayor => posisi plasenta menutupi lubang serviks.
Ibu hamil yang positif mengalami plasenta previa minor umumnya masih diperbolehkan untuk melahirkan dengan normal. Sedangkan kalau sudah mengalami plasenta previa mayor itu memerlukan prosedur operasi caesar.

Langkah Penanganan Plasenta Previa
Penanganan untuk plasenta previa umumnya  meliputi istirahat sebanyak mungkin, transfusi darah jika dibutuhkan, serta operasi caesar. Langkah penanganan plasenta previa akan ditentukan berdasarkan pada beberapa faktor berikut:
  • Apakah terjadi pendarahan ataupun tidak.
  • Tingkat keparahan terjadinya perdarahan.
  • Apakah perdarahan berhenti ataupun tidak.
  • Kondisi kesehatan ibu hamil dan bayi.
  • Usia kehamilan.
  • Posisi plasenta dan posisi bayi.
Pada kasus Ibu hamil yang tidak terjadi sedikit perdarahan umumnya tidak memerlukan perawatan di rumah sakit, akan tapi harus tetap waspada.

Dokter biasanya akan menyarankan untuk istirahat di rumah, bahkan ada  juga ibu hamil yang disarankankan untuk terus berbaring dan cuma boleh duduk ataupun berdiri kalau benar-benar diperlukan.

Berhubungan s*ks sebaiknya juga dihindari yang akan berpotensi untuk memicu terjadinya perdarahan. Begitu pula dengan olahraga. Apabila mengalami perdarahan, ibu hamil dianurkan untuk segera ke rumah sakit sebelum terjadi perdarahan yang bertambah parah.

Sementara untuk kasus ibu hamil yang pernah perdarahan selama masa kehamilannya, dianjurkan untuk dirawat di rumah sakit mulai dari minggu ke-34.

Langkah ini dianjurkan supaya pertolongan darurat (seperti transfusi darah ataupun pencegahan kelahiran prematur) bisa segera dilakukan apabila perdarahan terjadi lagi. Prosedur operasi caesar akan dilakukan ketika kehamilan sudah mencapai batas usia yang cukup (minggu ke-36).

Sebelum menjalani prosedur CS, sang ibu umumnnya akan diberi kortikosteroid yang berfungsi untuk mempercepat perkembangan paru-paru bayi didalam kandungan. Apabila tidak ditangani dengan segera, perdarahan ini bisa menyebabkan komplikasi syok hipovolemik yang mengancam nyawa

Komplikasi Plasenta Previa
  • Tromboemboli vena
  • Kelahiran prematur
  • Asfiksia janin didalam kandungan.
  • Cedera pada bayi ketika lahir.
Sekian pembahasan plasenta previa akreta yang sudah lengkap sampai komplikasinya. Semoga bisa bermanfaat untuk ibu hamil dan bagi calon ayah. Sebaiknya kalau sudah masuk masa kehamilan dari minggu pertama sebaiknya periksa kondisi kehamilan anda dengan rutin untuk mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi.

2 Responses to "Plasenta Previa Akreta Pembahasan Terlengkap!"

  1. Wah ngeri2 sedap yay plasenta akrev ini

    ReplyDelete
  2. heheheheh oleh sebab itulah jasa ibu tidak akan pernah sanggup kita balas

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel