Penyakit HIV/AIDS, Gejala, Penyebab, Pengobatan Terlengkap!

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyebabkan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). HIV secara drastis bisa menurunkan sistem kekebalan tubuh (sistem imune), sehingga penyakit, virus, bakteri dan infeksi lainnya bisa dengan mudah menyerang tubuh.

Penyakit HIV/AIDS, Gejala, Penyebab, Pengobatan Terlengkap!

HIV tidak sama seperti virus lain, tubuh kita tidak bisa mumbunuh virus HIV sepenuhnya. Jika kita sudah terinfeksi HIV, kita akan memilikinya seumur hidup.

AIDS (Immune Deficiency Syndrome) merupakan kondisi yang sudah paling parah dari penyakit HIV yang ditandai dengan timbulnya penyakit lain, seperti kanker dan berbagai jenis infeksi, yang muncul seiring dengan penurunan sistem kekebalan tubuh kita.

Dalam laporan World Health Organization (WHO), di akhir 2014, sekitar 37 juta orang yang terinfeksi HIV dan 1,2 juta orang meninggal karena penyebab yang terkait dengan AIDS. Namun, cuma 54% dari penderita yang menyadari bahwa mereka sudah terinfeksi HIV/AIDS.

Tanda dan Gejala HIV/AIDS

Sangat banyak orang mengidap HIV akan tetapi mereka tidak tahu kalau sudah terinfeksi. Hal ini disebabkan tanda dan gejala HIV/AIDS di tahap awal biasanya tidak menimbulkan gejala yang berat. Infeksi HIV sampai menjadi AIDS itu terbagi menjadi 3 fase, yaitu sebagai berikut:

1. Fase I: Infeksi HIV akut
Fase pertama biasanya muncul setelah 2-4 minggu terinfeksi HIV . Pada fase I, penderita HIV mengalami gejala hampir seperti flu, yaitu:
  • Sakit kepala.
  • Sariawan.
  • Kelelahan.
  • Radang tenggorokan.
  • Hilang nafsu makan.
  • Nyeri otot.
  • Ruam.
  • Bengkak kelenjar getah bening.
  • Berkeringat.
Gejala HIV/AIDS di atas timbul karena sistem kekebalan tubuh sedang melawan virus. Gejala ini dapat bertahan 1-2 minggu atau bahkan bisa lebih. 

Baca Juga: Bahaya Penyakit Hernia

Walaupun demikian, harus diingat, gejala ini tidak selalu disebabkan oleh penyakit HIV. Setelah tanda dan gejala HIV/AIDS di atas hilang, penderita bisa tidak merasakan gejala apa pun sampai bertahun-tahun kemudian.

2. Fase II: Fase laten HIV
Pada fase II, penderita penyakit HIV/AIDS tidak menunjukkan tanda dan gejala khas, bahkan penderita akan merasa sehat seperti tidak terinfeksi virus HIV. Tapi sebenarnya, virus HIV, diam-diam berkembang biak serta menyerang sel darah putih yang berfungsi untuk melawan infeksi.
Tanda dan gejala HIV/AIDS pada fase II tidak terlihat, namun penderita tetap dapat menularkan HIV pada orang lain. Pada akhir fase II, sel darah putih akan berkurang drastis sehingga tanda dan gejala yang lebih parah akan mulai muncul.

3. Fase III: AIDS
AIDS adalah fase terberat dari infeksi penyakit HIV. Pada fase III, tubuh hampir kehilangan suluruh kemampuannya dalam melawan penyakit. Hal ini disebabkan jumlah sel darah putih jauh di bawah jumlah normal. Tanda dan gejala penyakit HIV AIDS pada tahap ini antara lain 
  • berat badan menurun drastis
  • sering demam
  • mudah lelah 
  • diare kronis
  • pembengkakan kelenjar getah bening
Pada fase AIDS, sistem kekebalan tubuh sangat lemah, maka penderita penyakit HIV/AIDS akan sangat mudah terkena infeksi dan jenis-jenis kanker tertentu. Penyakit yang umumnya terjadi pada penderita HIV/AIDS yaitu:
  • Infeksi jamur pada mulut dan tenggorokan.
  • Pneumonia.
  • Toksoplasmosis.
  • Meningitis.
  • Tuberkulosis (TB).
  • Kanker (limfoma dan sarkoma kaposi).

Penyebab Penyakit HIV/AIDS

AIDS disebabkan oleh HIV. HIV ditularkan melalui kontak darah yang sudah terinfeksi, air mani dan cairan vag*na dari orang yang sudah terinfeksi. Sebagai contoh:
  • Ketika Kalian kontak dengan vag*na, oral ataupun anal dengan orang yang menderita HIV tanpa menggunakan pengaman. HIV sering menular secara s*ksual. Hal ini disebabkan cairan yang bercampur dan virus bisa ditularkan. Perempuan yang masih remaja lebih rentan terinfeksi HIV dibandingkan wanita dewasa, hal ini dikarenakan selaput kemaluan remaja lebih tipis daripada orang dewasa.
  • Berbagi jarum suntik serta peralatan obat suntik (injeksi) lainnya yang sudah terkontaminasi virus HIV.
  • Menggunakan peralatan tato dan body piercing (termasuk tinta) yang tidak steril dan sudah terinfeksi HIV.
  • Dari ibu dengan HIV kepada bayinya dan dengan menyusui.
  • Memiliki  infeksi menular s*ksual (IMS) lainnya seperti klamidia ataupun gonore. IMS bisa melemahkan kekebalan alami tubuh sehingga meningkatkan kesempatan untuk terinfeksi penyakit HIV AIDS kalau terkena virus.
  • Kontak dengan air mani, darah ataupun cairan vag*na yang sudah terinfeksi HIV pada luk
 Gejala, Penyebab, Pengobatan  HIV/AIDS,

Anda tidak akan bisa ditularkan penyakit HIV melalui kontak sehari-hari seperti berikut ini:
  • Menyentuh
  • Berjabat tangan
  • Berpelukan atau berciuman
  • Batuk dan bersin
  • Memberikan darah
  • Menggunakan kolam renang atau dudukan toilet
  • Berbagi sprei
  • Peralatan makan ataupun makanan
  • Hewan, nyamuk ataupun serangga lainnya.

Faktor-Faktor Resiko
  • Melakukan kegiatan s*ksual tanpa menggunakan kondom dengan orang yang sudah terinfeksi HIV.
  • Berbagi jarum suntik dan peralatan suntik lainnya yang sudah terkontaminasi HIV.
  • Menggunakan peralatan tato dan body piercing  (termasuk tinta) yang tidak steril dan sudah terinfeksi HIV.
  • Dari seorang ibu dengan HIV kepada bayinya dan dengan menyusui.
  • Kontak dengan darah, cairan vag*na dan air mani yang sudah terinfeksi oleh HIV pada luka 

Pengobatan HIV/AIDS

Tidak ada obat ataupun vaksin untuk penyakit HIV/AIDS. Ada beberapa obat yang dapat dikombinasikan untuk bisa membantu memperlambat serta mengendalikan perkembangan penyakit tersebut. Setiap kelas obat anti-HIV akan memengaruhi virus tersebut dengan cara berbeda-beda.
  1. Non-nucleoside reverse transcriptase inhibitors (NNRTIs) => NNRTI akan menghambat protein yang dibutuhkan virus HIV dalam memperbanyak diri.
  2. Nukleosit atau nucleotide reverse transcriptase inhibitors (NRTIs).
  3. Protease inhibitors (PIs) => PIs untuk menghambat protease (protein lain yang dibutuhkan HIV dalam berkembang biak).
  4. Entry atau fusion inhibitors => Obat-obatan ini berguna untuk menghambat masuknya virus HIV pada sel CD4+.
  5. Integrase inhibitors => Obat-obatan ini bekerja dengan cara menghambat integrase (protein yang digunakan HIV dalam memasukkan materi genetik pada sel CD4+).

Pengobatan di Rumah yang Bisa Kita Lakukan
  • Mempertahankan sistem imun tubuh yang kuat dengan cara pemeriksaan medis secara teratur disertai dengan gaya hidup sehat
  • Makan dengan baik dan teratur
  • Istirahat dan berolahraga yang cukup
  • Menghindari obat-obatan terlarang
Jika sudah positif HIV/AIDS
  • Selalu menggunakan pengaman untuk s*ks v*gin*, or*l, atau an*l
  • Jangan berbagi jarum atau peralatan obat injeksi lainnya
Nah itulah tadi ulasan lengkap tantang penyakit HIV/AIDS, mulai dari gejala sampai pengobatannya, sampai sekarang belum ditemukan pengobatan yang bisa menyembuhkan penyakit HIV/AIDS. Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam melakukan hubungan int*m serta penggunaan obat-obat terlarang.

0 Response to "Penyakit HIV/AIDS, Gejala, Penyebab, Pengobatan Terlengkap!"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel